KUNJUNGAN KE GEDUNG IPTEK DAN PERPUSTAKAAN NASIONAL

Dikarenakan tugas mata kuliah ini, kami para mahasiswa Universitas Gunadarma diberi tugas untuk mengunjungi 2 lokasi. Lokasi pertama yaitu Gedung IPTEK dan Perpustakaan Nasional. Berikut saya tuturkan hal apa saja yang terjadi pada kunjungan kita ke dua tempat tesebut.
1. Gedung IPTEK

Gedung IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Museum IPTEK yang bertempat di komplek TMII Jakarta merupakan suatu tempat di mana dikumpulkannya alat-alat peraga yang mengenai pembelajaran IPA. Museum IPTEK sebagai tempat rekreasi yang mana kita dapat berekreasi sambil belajar. Melalui museum IPTEK kita dapat menambah pengetahuan yang telah banyak mengetahui alat-alat yang selama ini belum pernah kita lihat di lingkungan sekolah/kampus.
Tujuan dan Sasaran didirikannya PP-IPTEK adalah
  • Untuk menggugah kesadaran & menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap peranan iptek dalam kehidupan modern
  • Untuk mendorong timbulnya rasa keingintahuan ( coriosity )
  • Untuk memberikan gambaran adanya kaitan antara hasil pengembangan iptek dengan kemajuan dinia industri dalam kehidupan sehari – hari.
Tempat parkirnya pun diteduhi oleh pohon-pohon rindang yang membuat kendaraan kita tidak terlalu tertimpa teriknya matahari. Saat kami berkunjung ke sini (kali ini adalah kunjungan kedua), tidak begitu terlihat banyak kendaraan yang parkir.
Sebelum mendekati pintu masuk, di halamannya saja kita sudah bisa menjumpai beberapa objek peraga iptek. Demikian pula di teras pintu masuk gedung, terdapat beberapa objek peraga yang cukup menarik yang bisa kita coba dan mainkan.



Sementara di tengah-tengah entrance area, terdapat sebuah main landing gear pesawat Airbus 300, turut memberikan warna teknologi pada gedung ini








Untuk bisa masuk ke dalam, kita harus membeli terlebih dahulu tiket seharga Rp16,500, yang bisa terasa sangat murah bila dibandingkan harga tiket masuk Snow Bay misalnya. Oh, ya. Sebagai informasi, jam buka PP IPTEK ini adalah sebagai berikut: 
Senin s/d Jumat: 08.30 – 16.30 WIB 
Sabtu & Minggu: 08.30 – 17.00 WIB
Masuk ke bagian dalam gedung, kita akan disuguhi layout dan desain interior yang futuristik, luas dan megah. Di bagian depan, pertama kita akan menjumpai patung-patung dan foto tokoh-tokoh ilmu pengetahuan dan teknologi, disertai riwayat hidup singkat dilengkapi penemuan-penemuan/sumbangsih mereka bagi iptek dunia . Mulai dari Socrates, Archimedes, Copernicus, Isaac Newton hingga Albert Einstein dan lain-lain.






Denah layout gedung PP Iptek. Terdiri dari 3 lantai



Interior PP Iptek yang terlihat futuristic







Galeri Museum PP-IPTEK berisi sekitar 300 alat peraga yang dikelompokkan menjadi 14 wahana : antariksa, lingkungan, energi, fluida, gelombang, listrik dan magnet, mekanika, optic, transportasi darat, transportasi udara, arena peneliti cilik, matematika, penyakit dan kesehatan, galeri Plato.
Pengunjung diajak menjelajahi iptek dengan metoda pembelajaran discovery learning, yakni mencari sendiri pengetahuan yang dibutuhkan dengan cara berinteraksi, bermain sambil belajar dengan alat peraga.

2. Perpustakaan Nasional


Saya berkunjung ke Perpustakaan Nasional di Salemba untuk mengaktifkan keanggotaan secara online.

Mungkin salah satu para pengunjung kebingungan adalah karena tidak adanya panduan, baik secara tertulis atau petugas yang mendampingi.

Saat pertama datang kita diharuskan membuat kartu Perpustakaan Nasional (bagi yang belum punya). Saat ini pembuatan kartu lebih gampang karena secara online, lebih cepat dan otomatis.Ikuti petunjuknya, isi form lalu nanti akan keluar nomer verifikasi. 



Catat nomer verifikasi dan nama lalu diserahkan kepada petugas pendaftaran setelah itu foto untuk kartu. Langsung jadi deh.
Pelayanan pembuatan kartu perpustakaan nasional ada dilantai satu.


Untuk membaca buku kita harus naik ke lantai dua untuk mencari katalog buku secara online dan mengisi blangko pemesanan buku. Dilantai dua tersedia belasan kompeter deskop yang bisa kita gunakan. Dengan mengisi Penelusuran Katalog Online sesuai dengan apa yang kita cari. Setelah mengisi mengetahui katalog bukunya, kita akan tau dimana lokasi buku tersebut berada. lantai 3, 4, 5, 6, atau 7.
Bila mau meminjam buku diharuskan mengetik di Excel sesuai blangko buku yang kita pinjam setelah itu blangko ditaruh di kotak. Nanti ada petugas yang mencarikan buku menggunakan sistem peminjaman tertutup, sehingga kita tidak dapat merasakan hangatnya berdiri di antara rak buku.
Lantai tiga digunakan untuk koleksi buku-buku mutakhir, lantai empat untuk menyimpan koleksi referensi, sedang lantai di atasnya untuk buku-buku langka alias kuno.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ada di Jl. Salemba Raya No.28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia. Letaknya strategis ada dijalan utama dapat diakses menggunakan Busway. Gedung PNRI  ada disamping Gedung Kementrian Sosial, dekat perempatan Matraman arah Senen  Jam layanan Senin - jumat 08.00 - 18.00 dan Sabtu 09.00 - 16.00.

Komentar

Postingan Populer